contact
Test Drive Blog
twitter
rss feed
blog entries
log in

Rabu, 25 April 2012

Posted by Angel in FC BARCELONA Challenges are what make life interesting; overcoming them is what makes life meaningful Hari ini, bagi siapapun pecinta FC Barcelona, pasti merasakan hal sama. Merasakan beratnya melalui hari yang penuh celaan, hinaan dan caci maki tak beralasan karena tim kesayangan, Barca, harus mengakui ketangguhan permainan defensive yang mampu mencuri momen tepat di dalam kelengahan yang diciptakan oleh Barca sendiri. How’s the game last night? Hmmmm … Untuk tim sehebat Barcelona wajar bila pendukungnya mengajukan sebuah kritik yang bisa membuat Barca lebih baik lagi. Uraian ini berdasarkan opini pribadi atas hasil pertandingan semalam. Lionel Messi, mungkin punya beban berat untuk mencetak skor sehingga dia tidak mampu bermain bebas seperti biasanya. Segala gerak geriknya tampak canggung dan ragu. Bukan salah Messi bila dia gagal melakukan penalty. Sejujurnya saya bersyukur penalty itu gagal karena saya bisa membayangkan apa yang akan dikatakan oleh mulut-mulut nyinyir bila Barca menang dengan tendangan penalty. Sudah pernah tahu rasanya, bukan? Sergio Busquets, melakukan tendangan tepat di depan gawang. Siapapun bisa melakukan tendangan seperti itu tapi dalam situasi sulit di depan gawang, Busquets bisa berada di tempat yang pas di saat tepat. Amazing, how he can score like that. Overall, in the first 45 minutes my credit went to Sergio Busquets for being a good player with his role. Carles Puyol harus kehilangan tandem kompaknya, Gerard Pique, di menit-menit awal akibat benturan keras dengan Victor Valdes yang mengakibatkan dirinya harus kehilangan kesadaran selama beberapa saat di tengah lapangan. Cukup mengerikan! Namun Victor Valdes, bagi saya pribadi nilainya dalam pertandingan semalam jatuh drastis. Dia tidak bermain maksimal, mungkin itu sebabnya hingga sekarang Valdes tetap menjadi kiper cadangan di tim nasional Spanyol. Anyway, he’s our goalkeeper and I appreciate all his effort no matter what. Perjuangan yang benar-benar telah ditunjukkan oleh Blaugrana selama 90 menit patut saya acungi jempol. It’s a Hard Day Pagi mulai menjelang, seperti biasa bersiap diri untuk semua kegiatan yang akan dilakukan hari ini. membuka browser di layar komputerku mulai dari FB, YM, Twitter, Gmail sampai blog yang kupersembahkan khusus bagi semua cules dan Barcelonistas di Indonesia. Terdengar lebay? Bagi saya tidak. Menyuarakan suara hati dalam bentuk tulisan yang layak dibaca dan bisa dipahami maknanya lebih baik dibandingkan sekedar berkoar tak jelas dan tanpa makna. Tadi malam adalah malam yang sangat menyesakkan bagi saya. Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut tim kesayanganku FC Barcelona harus takluk dari kedigjayaan lawan yaitu Chelsea FC dan Real Madrid. Disini saya tidak akan menyorot tentang strategi ataupun taktik di lapangan karena saya tidak cukup kompeten untuk itu. Mengawali hari ini badan terasa lesu luar biasa. Bukan karena sebuah kekalahan yang menyakitkan tetapi juga karena tubuh ini lelah. Banyak sekali aktifitas yang mesti diselesaikan dalam kurun waktu satu minggu ini. hari ini saya memutuskan untuk istirahat di rumah, membaca berita dan menulis. Namun, merenungi kembali perjalanan kecintaanku pada Barcelona mengobarkan kembali semangat untuk menjalani hari ini penuh senyum. Seperti biasa setiap bangun tidur saya mengecek handphone dan Blackberry, apakah ada pesan atau tidak. Apa yang terjadi? Bayangkan, BB saya yang biasanya hanya menerima pesan paling banyak 10 orang, pagi ini terdapat 22 pesan yang menunggu untuk dibaca! Handphone sayapun keadaannya sama. Banyak sms yang masuk dari mereka yang jarang sekali melakukan kontak dengan saya, tiba-tiba bersedia meluangkan waktu untuk menghabiskan sedikit pulsa demi menyampaikan sindiran dan tertawa puas atas kekalahan tim kesayangan. Bagi saya hal seperti ini sungguh luar biasa, ISTIMEWA. Sedih? Surely do. Nothing is sadder than a horrible lost in our homeground. Why would they bother themselves to do that to me? Mereka tahu saya cinta klub ini, Barca. Mereka tahu betapa saya selalu meluangkan banyak waktu dari sekian persen kesibukan sehari-hari demi sebuah perkembangan baru dari tim asal Catalunya ini. Mereka tahu betapa saya terkoneksi erat dengan Barcelona. So, ketika mereka tahu tim kesayangan saya KALAH dari tim Inggris, tanpa ba bi bu mereka langsung kontak saya demi sebuah kepuasan sesaat. Kenapa bisa begitu? Barca, sebuah tim yang berbeda dari lainnya, menerapkan permainan dan percaya dengan gaya bermain mereka sendiri. Mempunyai system pendidikan La Masia yang telah menghasilkan banyak bibit berpotensi di dunia sepakbola. Barcelona, sebuah tim yang sarat dengan filosofi dan idealisme, menjunjung tinggi spotifitas dan rasa kekeluargaan di dalam tim ataupun manajemen, tidak dimiliki oleh tim lain. Barca, memiliki stadium dengan kapasitas terbesar di Eropa dimana tim besar dunia yang mampu mengangkat trofi Liga Champions dua kali secara berturut-turut pun –tanpa bermaksud membanggakan diri atau tinggi hati- tidak memiliki stadium sendiri dan masih harus berbagi dengan tim lain. Barca, sejak akhir tahun 2008 telah mengejutkan dunia sepakbola dengan prestasinya yang menjulang tinggi d bawah asuhan Pep Guardiola. Dunia seakan terhenyak, tim asal Catalunya ini bisa meraih 6 trofi di berbagai ajang yang digelar dalam satu musim. Barcelona is FANTASTIC, no doubt about it. Envy? Itu pasti. Saya yakin mereka yang mengakui Barca tim hebatlah yang berteriak paling lantang dan tertawa puas atas kekalahan telak ini. Namun bukan hanya kiriman pesan dan sms yang mendadak membanjiri handphone ini, kiriman gambar hinaan beserta olokan kasar yang sebenarnya tidak perlu turut menggunung di layar handphone saya. Sejujurnya, tak pernah ada kalimat mengejek, menghina, mengolok dengan gambar atau kata kasar terhadap fans lain keluar dari mulut ini. Kenapa? Karena saya pernah merasakan hal itu dan bisa membayangkan bagaimana sakitnya perasaan mereka yang harus melalui hal itu. Menerima kekalahan dengan lapang dada, tidak menyalahkan siapapun, memberi acungan jempol bagi pemenang dan mengucapkan selamat demi sportifitas, hal itu yang saya kedepankan. Memang tidak bisa berharap banyak semua orang bisa mengikuti cara saya ini tetapi besar harapan pada semua cules dan Barcelonistas untuk tidak berbuat sama seperti fans lain. Tunjukkan bahwa kita cules yang berkarakter, dewasa dan siap berdebat secara sehat juga objektif. Don’t do ugly thing if you don’t like people to return it to you. Well, life is not only about football, guys. Mengalami kekalahan berarti membisikkan diri kita untuk tetap membumi bahwa tak ada tim yang selalu berada di atas. Barca dan fansnya belajar untuk berada di bawah. Setidaknya, semua orang tahu, langka bagi siapapun untuk bisa menyamai rekor pencapaian seorang pelatih muda seperti Pep Guardiola dengan 13 trofi selama mengawal Blaugrana sejak 2008 lalu. Jempol setinggi-tingginya untuk semua kerja keras dan motivasi yang telah diberikan pelatih pada anak asuh dan ditunjukkan pada fans di seluruh dunia. Bersyukur dengan semua yang kita miliki. Artinya mensyukuri bahwa kita mencintai tim seperti Barcelona dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Suara hati tak akan bisa berpaling begitu saja. Sama halnya dengan kehidupan kita sehari-hari. Mensyukuri segala anugerah Tuhan dengan apa yang kita miliki dan berusaha mengoptimalkan potensi diri demi pencapaian yang lebih tinggi. It is strange how laughter looks like crying without tears and raindrops tastes like tears without pain – aneh rasanya ketika tawa tampak bagai tangis tanpa airmata dan rintik hujan terasa bagai airmata tanpa perih-. So Proud To Be a Cule Menjadi seorang cule mengajariku menjadi warga dunia yang baik. Berusaha menjadi orang yang santun, berkarakter dan menghargai orang lain. Bisakah kau selesaikan hari ini tanpa ketenaran dan kejayaan? Ketika berpegang pada satu doa yang tak terwujud, tampak orang penuh kepura-puraan berpaling pada kita. Well, bagiku it’s okay, ini hanya satu lagi dari ribuan hari yang harus kulalui. Yang kutahu adalah berpegangan erat, pantang menyerah, menggenggam penuh keyakinan, itulah yang disebut kemenangan sejati. Tak perlu kau dengar teriakan lantang menyakiti telingamu. Kesempatan sudah diberikan dan kita telah berjuang keras untuk meraihnya. Kala lidah tak mampu menyuarakan kata, saat cahaya seakan meredup dan hampir hilang, ketika itulah kita belajar untuk memeluk kekalahan seperti kita menggenggam kemenangan. Menyadari bahwa tidak ada keabadian yang nyata, bahkan di dunia sepakbola sekalipun. So, look ahead, keep your heart beat like a sound of drumbeat. Be brave and smile, Cules, we are more than just a fan. Terdengar angin menyerukan namamu Memanggilmu kembali pulang Kau menyalakan kembali bara yang masih memerah panas Kurasakan nafasmu di permukaan kulit tubuhku Kudengar suaramu di dalam nada tubuhku Jangan katakan aku buta Ku hanya tak bisa melihat yang lain selain dirimu Inilah panggilan hatiku, Barca Barca Barca !! We say goodbye but never let go Remember we will always return and I’m so proud to be a Cule

0

0 komentar:

Posting Komentar

this blog useful to add insight and information, and can entertain the reader.

Translate Languange

Coldplay - In My Place

Barcelona FC

Barcelona FC

Followers