contact
Test Drive Blog
twitter
rss feed
blog entries
log in

Senin, 11 April 2016

Sistem Paging

Sistem paging adalah suatu sistem manajemen pada sistem operasi yang mengatur program yang sedang berjalan. Metode dasar dari paging adalah dengan memecah memori fisik menjadi blok-blok yang berukuran tertentu yang disebut dengan frame dan memecah memori logika menjadi bok-blok yang berukuran sama dengan frame yang disebut page. Untuk mengatasi apabila suatu program lebih besar dibandingkan dengan memori utama adalah dengan konsep overlay dan konsep memori maya(virtual memori):

1. Konsep Overlay,
yaitu dimana program yang di jalankan dipecah menjadi beberapa bagian yang dapat dimuat oleh memory (overlay), sedangkan yang belum dieksekusi akan disimpan di dalam disk, yang nantinya akan dimuat ke memori begitu diperlukan dalam ekekusi.

2. Konsep Memori Maya
yaitu kemampuan untuk mengalamati ruang memori melebihi memori utama yang tersedia.

3. Implementasi Sistem Paging
Setiap sistem operasi mempunyai metode sendiri untuk menyimpan tabel page. Beberapa sistem operasi mengalokasikan sebuah tabel page untuk setiap proses. Pointer ke tabel page disimpan dengan nilai register lainnya dari PCB. Pada dasarnya terdapat 3 metode yang berbeda untuk implementasi tabel page :
  1. Tabel page diimplementasikan sebagai kumpulan dari “dedicated” register. Register berupa rangkaian logika berkecepatan sangat tinggi untuk efisiensi translasi alamat paging. Contoh : DEC PDP-11. Alamat terdiri dari 16 bit dan ukuran page 8K. Sehingga tabel page berisi 8 entri yang disimpan pada register. Penggunaan register memenuhi jika tabel page kecil (tidak lebih dari 256 entry).

  2. Tabel page disimpan pada main memori dan menggunakan page table base registe” (PTBR) untuk menunjuk ke tabel page yang disimpan di main memori. Penggunakan memori untuk mengimplementasikan tabel page akan memungkinkan tabel page sangat besar (sekitar 1 juta entry). Perubahan tabel page hanya mengubah PTBR dan menurunkan waktu context-switch. Akan tetapi penggunaan metode ini memperlambat akses memori dengan faktor 2. Hal ini dikarenakan untuk mengakses memori perlu dua langkah : pertama untuk lokasi tabel page dan kedua untuk lokasi alamat fisik yang diperlukan.

  3. Menggunakan perangkat keras cache yang khusus, kecil dan cepat yang disebut associative register atau translation look-aside buffers (TLBs). Merupakan solusi standar untuk permasalahan penggunaan memori untuk implementasi tabel page. Sekumpulan associative register berupa memori kecepatan tinggi. Setiap register terdiri dari 2 bagian yaitu key dan value. Jika associative register memberikan item, akan dibandingkan dengan semua key secara simultan. Jika item ditemukan nilai yang berhubungan diberikan. Model ini menawarkan pencarian cepat tetapi perangkat keras masih mahal. Jumlah entry pada TLB bervariasi antara 8 s/d 2048.


4. Masalah yang terjadi pada paging

a. Masalah Utama Sistem Paging


1) Working Set Model

Prinsip Lokalitas

Prinsip Lokalitas adalah proses-proses cenderung mengacu penyimpan secara tak seragam, mempunyai pola-pola sangat setempat.
Working set of Program Behavior

Himpunan kerja secara informal didefinisikan sebagai kumpulan page proses yang secara aktif diacu. Denning menyatakan bahwa agar suatu program berjalan secara efisien, himpunan kerja harus dijaga berada di memori utama. Selain itu akan terjadi aktivitas page fault yang berlebihan. Peristiwa page fault yang sangat berlebihan disebut trashing, yaitu setelah hanay beberapa intruksi terjadi page fault.

Prinsip yang digunakan oleh Working Set Model ini adalah dengan melacak dan menjamin himpunan kerja terdapat di memori sebelum proses dijalankan. Cara ini mengurangi terjadinya page fault.

2) Kebijaksanaan penggantian lokal vs global

Teradapat dua pendekatan untuk mengganti page, yaitu :
Penggantian lokal adalah page yang dipilih untuk diganti hanya pada partisi dimana proses diletakkan.
Penggantian global adalah page yang dipilih untuk diganti adalah tempat kosong dengan tidak memperdulikan partisi proses.

3) Frekuensi page fault

Frekuensi terjadinya page fault dapat dikendalikan dengan algoritma PFF (Pafe Fault Frequency Algorithm).

4) Ukuran page

Ukuran page ditentukan perancang sistem operasi. Ukuran page harus ditentukan agar sistem berperilaku opimal. Penentuan ukuran page memerlukan penilaian dan pemahaman mendalam perangkat keras, perangkat lunak dan aplikasi sistem.



b. Masalah Implementasi Sistem Paging


1) Back-up Intruksi

Bila trejadi page fault berarti sebgaian intruksi telah dijalankan. Pengkopina program counter dan informasi register-register pemroses harus dilakukan. Setelah pergantian page selesai maka intruksi yang menyebabkan page fault dapat dijalankan kembali dengan konteksnya.

Masalah yang harus diatasi adalah untuk mengulangi intruksi, sistem harus menetukan byte pertama intruksi.

2) Buffer Pernagkat Maaukan / Keluaran (Penguncian Page)

Pergantian page akan menimbulkan masalah mengacaukan proses yang melakukan operasi masukan / keluaran jika :
Buffer perangkat masukan / keluaran ikut tergusur
Adanya buffer satu perangkat masukan / keluaran menjaid rangkap.

3) Pemakaian Page Bersama

Apabila beberapa pemakai menggunakan program yang sama maka terjadi perngakapan page (page yang sam aterdapat di banyak bagian di memori). Lebih efisien menggunakan page secara bersama, menghindari keharusan mempunyai copyan-copyan page yang sama di saat yang sama.

4) Backing Store

Masalah lain adalah menyangkut dimana diletakkan page yang keluar dari memori utama. Terdapat dua algoritma untuk mengatasi hal ini, yaitu :
Menggunakan ruang ganti khusus
Dialokasikan berdasarkan kebutuhan

5) Paging Daemon

Paging bekerja bagus saat terdapat banyak page frame bebas yang dapat diklaim begitu page fault terjadi. Jika setiap page frame penuh dan telah dimodifikasi, sebelum page baru dimasukkan, pag eharus ditulis terlebih dahulu ke disk.

Untuk menjamin pasokan (supply) page frame yang banyak, sistem paging biasanya mempunyai proses background, disebut Paging Daemon.

6) Penanganan Page Fault (Page Fault Handling)

Implementasi sistem paging harus mengatasi rincian aksi yang harus dilakukan saat terjadi page fault.



TUTORIAL SWAP MEMORI DI LINUX

Sama halnya seperti Ms Windows, Linux pun memerlukan memori virtualuntuk mendukung jalannya sistem operasi. Akan tetapi penggunaan memori virtual di Linux sedikit berbeda dengan di Ms Windows, kalau di Ms Windows memori virtual ini tercipta secara otomatis saat kita menginstal Windows, memorinya pun tercipta di dalam suatu file yang biasa disebut Page File yang letaknya satu partisi dengan Windows. Sedangkan kalau di Linux kita harus membuatnya sendiri di dalam partisi yang terpisah yang biasa disebut partisi Swap, dan biasanya pembuatan partisi ini bersamaan dengan saat kita menginstal sistem operasi Linux.

Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat swap memori pada linux :
1. Buka Terminal dan login sebagai root.

2. Ketik perintah berikut ini untuk membuat file sebesar 1GB.
# dd if=/dev/zero of=/swapfile bs=1M count=1000
Artinya ukuran blok (block size) sebesar 1MB, jadi count 1000 berarti membuat file sebesar 1000x1MB yakni 1GB.

3. Set file tersebut agar menjadi sebuah swap file.
# mkswap /swapfile

4. Aktifkan swap file.
# swapon /swapfile

5. Agar swap file dapat aktif setiap Linux direboot, tambahkan sebuah entry ke file /etc/fstab.
# gedit /etc/fstab
Tambahkan parameter di bawah ini ke dalam file /etc/fstab.
/swapfile swap swap defaults 0 0
Jadi setiap Linux reboot, swap file dapat aktif secara otomatis.

6. Selanjutnya cek apakah swap aktif atau tidak?
Caranya jalankan perintah berikut :
$ free -m


Referensi :
http://tugaskita-sistemoperasi.blogspot.co.id/2013/06/sistem-paging-dan-segmentasi.html
https://nabilanurul.wordpress.com/2012/05/11/sistem-paging/
http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2009/12/08/alternatif-cara-membuat-memori-swap-di-linux/

0

Pada review kali ini, saya akan menjelaskan tentang Manajemen File dan Direktori

Manajemen File adalah metode dan struktur data yang digunakan Sistem Operasi untuk mengatur dan mengorganisir file pada disk atau partisi. File system juga dapat diartikan sebagai partisi atau disk yang digunakan untuk menyimpan file-file dalam cara tertentu. Cara memberi suatu file sisitem ke dalam suatu disk atau partisi dengan cara melakukan format.

Fungsi manajemen file :

  1. Penciptaan,modifikasi,dan penghapusan file
  2. Mekanisme pemakaian file secara bersama
  3. Kemampuan backup dan recovery untuk mencegah kehilangan karena kecelakaan atau dari upaya penghancuran informasi
  4. Pemakai dapat mengacu file dengan nama simbolik bukan menggunkan penamaan yang mengacu perangkat fisik
  5. Pada lingkungan sensitive dikehendaki informasi tersimpan aman dan rahasia
  6. file harus menyediakan interface user-friendly

berikut adalah perintah untuk melihat daftar direktori
  • $ pwd : Berfungsi melihat direktori yang sedang aktif
  • $ ls : Berfungsi melihat daftar file atau direktori
  • $ ls /alamat_direktori : Berfungsi melihat file atau direktori pada direktori yang ditentukan
  • ls -al : Berfungsi menampilkan seluruh daftar file/direktori secara lengkap
ketika memasukan fungsi ls -al, terdapat beberapa atribut yang perlu kita ketahui pada karakter pertama, yaitu:
  • d (directory)
  • – (regular file)
  • l (symbolic link)
  • s (unix domain socket)
  • p (named pipe)
  • c (character device file)
  • b (block device file)
dan 9 karakter selanjutnya, menunjukkan permission. Karakter tersebut adalah :
  • r (read permission) 
  • w (write permission) 
  • x (execute permission) 
  • - (no permission)
Manipulasi File

1. cp
Digunakan untuk menyalin satu atau banyak file atau direktori.

2. mv
Digunakan untuk memindahkan atau memberi nama baru pada satu atau banyak file atau direktori.

3. rm
Digunakan untuk menghapus satu atau banyak file atau direktori.

Ada beberapa pilihan yang berguna untuk perintah cp dan mv:

a. -f atau –force
Memungkinkan cp untuk mencoba menghapus file yang sudah ada walaupun file tidak dapat ditulis.

b. -i atau –interactive
Akan meminta konfirmasi sebelum mencoba untuk mengganti file yang ada.

c. -b atau –backup
Akan membuat cadangan dari file yang akan diganti

Contoh-contoh:
  • $ cp text1 text2 tugas/ menyalin file text1 dan text2 ke direktori tugas
  • $ mv text1 tugas/ memindahkan file text1 ke direktori tugas
  • $ mv tugas/text1 tugas/text1.new memberi nama baru
  • $ mkdir fol1 fol2 membuat banyak direktori
  • $ mkdir –p f1/f2/f3 membuat direktori bersarang
  • $ rmdir –p f1/f2 menghapus direktori kosong
  • $ rm –r f1 (atau –R atau –recursive) menghapus file atau direktori beserta isi secara paksa
  • $ find . –name “text” mencari file atau direktori berdasarkan nama
  • $ find .-type f mencari file berdasarkan tipe, f merupakan kode tipe file biasa *lebih detail
  • $ find .-atime 5 mencari file atau direktori berdasarkan waktu akses terakhir
  • $ find .-mtime -10 mencari file atau direktori berdasarkan waktu modifikasi terakhir
  • $ find .-ctime +5 mencari file atau direktori berdasarkan perubahan terakhir pada status berkas (karena diciptakan atau diubah)


Membuat dan menghapus direktori

Membuat banyak direktori


$ mkdir dir1 dir2

Jika ingin membuat subdirektori bersarang, maka tinggal tambahkan-p setelah perintah mkdir

$ mkdir -p d1/d2/d3


Jika pilihan -p tidak ditambahkan, maka akan terjadi error

mkdir: cannot create directory `d1/d2/d3′: No such file or directory


Menghapus direktori
$ cp text1 d1/d2

$ rmdir -p d1/d2/d3 dir1 dir2


-p = parent (sama dengan yang digunakan di mkdir) pasti akan muncul error

rmdir: failed to remove directory `d1/d2′: Directory not empty

karena rmdir hanya akan menghapus direktori yang kosong, jadi hapus dulu file text1 di d1/d2

$ rm d1/d2 text1

$ rmdir -p d1/d2

Menghapus file atau direktori secara rekursif


Jika terdapat banyak file atau direktori yang ingin kita hapus, kita bisa menggunakan perintah rm dengan tambahan -r (atau -R atau –recursive)

$ rm -r d1

Membuat file kosong
Kita dapat membuat file kosong dengan perintah touch, bisa dengan tambahan ekstensi atau tidak

$ touch file1 file2 file3


Menggunakan perintah find


Perintah find digunakan untuk mencari file atau direktori, bisa dicari berdasarkan nama, tipe, atau waktu

$ find . -name “text”

Perintah diatas digunakan untuk mencari file di current directory dengan nama text

Sekian review tentang manajemen file dan direktori kali ini, semoga bermanfaat :)

Sumber : Praktikum Sistem Operasi Pertemuan 6

0
Senin, 04 April 2016

Kali ini saya akan mereview tentang Manajemen Memori, Disk, dan Input/Output (I/O)

Manajement Memori
Manajemen memori merupakan mekanisme yang dilakukan oleh sistem operasi guna
mengelola, mengatur (alokasi/dealokasi), memilih, dan menentukan proses yang dijadwalkan
oleh CPU untuk dimasukkan dalam antrian pada memori.

adapun fungsi memori dalam adalah :
• Mengelola informasi – baik yang dipakai maupun yang tidak dipakai
• Mengalokasikan memori ke proses yang memerlukan
• Mendealokasikan memori dari proses yang telah selesai
• Mengelola swapping atau paging antara main memory (RAM) dan disk (Hard Drive)

Berdasarkan keberadaannya, manajemen memori dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Dengan swapping / paging
Manajemen memori dengan pemindahan proses antara main memory dan disk selama
eksekusi
2. Tanpa swapping / paging
Manajemen memori tanpa pemindahan proses antara main memory dan disk selama
eksekusi

sekarang kita implementasikan ke linux. Di dalam linux ada beberapa command untuk memanajemen memory yaitu :
1. $ free : untuk melihat memori yang terpakai oleh suatu proses, dan  menunjukkan bagaimana swap space dan banyaknya swapping yang terjadi
2. $ cat /proc/meminfo : untuk melihat penggunaan memori dan swap (jika tersedia)
3. $ sudo sysctl vm.swappiness= : untuk mengatur kecenderungan kernel untuk memindahkan proses dari memori ke swap.

Manajemen Disk dan Input/Output (I/O)

sekarang kita masuk ke manajemen Disk dan I/O, sebelumnya harus tau dulu pengertiannya, berikut pengertiannya. Manajemen disk dan I/O ini mencakup pengelolaan di hard drive contohnya membuat partisi, memformat partisi, manajemen media penyimpanan seperti flashdisk, dan mengatur komponen input seperti printer, dan sebagainya.

dalam linux juga ada beberapa command untuk mengatur manajemen disk dan I/O tersebut. diantaranya
1. fdisk -d : untuk menghapus partisi
2. fdisk -l : untuk melihat daftar partisi yang ada di komputer
3. fdisk -n : untuk membuat partisi baru
4. fdisk -v : untuk melakukan verifikasi pada partisi (versi fdisk)

sekian review materi kali ini, Terima Kasih :D

Referensi :
Praktikum Sistem Operasi Pertemuan 5

0
Rabu, 30 Maret 2016


Pembahasan kali ini saya akan membahas tentang Penjadwalan pada Sistem Operasi Linux. Penjadwalan merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer.

Penjadwalan bertugas menentukan hal-hal berikut :
1. Proses yang harus berjalan
2. Kapan dan selama berapa lama proses berjalan

Crontab merupakan salah satu command yang terdapat pada Linux yang berfungsi untuk melakukan penjadwalan proses berdasarkan waktu. Dengan crontab, kita dapat membuat perintah (command). membuka aplikasi crontab cukup ketik crontab -epada terminal. Jika belum terinstall bisa menggunakan perintah

sudo apt-get update
sudo apt-get install crontab

Berikut beberapa perintah yang bisa dipakai di terminal untuk penjadwalan prosessecara hitungan waktu, baik berulang maupun sesuai yang kita inginkan.
Format penulisan command nya adalah sebagai berikut:
* * * * *
* pertama untuk menit (0 – 59)
* kedua untuk jam (0 – 23)
* ketiga untuk tanggal (1 – 31)
* keempat untuk bulan (1 – 12)
* kelima untuk hari (0 – 6) –> 0 = Minggu, 1 = senin, dst


Contoh : 
* * * * * : setiap menit
0,10,20,30,40,50 * * * * : setiap 10 menit
*/10 * * * * : setiap 10 menit
10 * * * * : setiap menit ke 10
30 10 * * * : setiap jam 10:30
30 08 10 06 * : setiap tanggal 10, bulan juni (06), jam 8:30
00 11,16 * * * : setiap hari, jam 11:00 dan jam 16:00
00 11-16 * * * : setiap hari, jam 11:00 sampai jam 16:00
00 08-16 * * 1-5 : jam 8.00 sampai jam 16:00 pada hari senin(1) sampai hari jumat(5)
00 08-16 * * * : jam 8.00 sampai jam 16:00
*/15 6-10 * * * : setiap 15 menit, dari jam 6:00 sambai jam 10:00

Selain itu masih ada penggunaan crontab dengan penggunaan khusus :
@yearly / @annually : eksekusi setiap tahun / menit pertama awal tahun
@mounthly : eksekusi setiap bulan / menit pertama awal bulan
@weekly : eksekusi setiap minggu
@daily : eksekusi setiap hari
@hourly : eksekusi setiap hari di jam yang sama
@reboot : eksekusi setiap selesai reebot

Referensi :
Praktikum Sistem Operasi Pertemuan 4

0
Kamis, 10 Maret 2016

Proses yang pertama kali diciptakan di Linux disebut init. Konsep proses di Linux memiliki kemiripan dengan konsep file permission (akan dibahas di beberapa pertemuan kedepan) yang mana setiap user hanya dapat memanipulasi proses yang menjadi “milik” nya.

Konsep dasar pada manajemen proses ada 4, yaitu:
1. Multiprogramming : Salah satu teknik penjadwalan dimana tugas (task) yang sedang berjalan tetap berjalan hingga task tersebut melakukan operasi yang membutuhkan waktu untuk menunggu respon dari luar
2. Pseudoparallelism : Eksekusi proses secara paralel pada sistem
3. Multiprocessing Pemrosesan komputer yang dilakukan secara bersamaan.
4. Distributed Processing : Mengerjakan semua proses pengolahan data secara simultan antara komputer utama dengan beberapa komputer lainnya dan saling terhubung melalui jalur komunikasi.

Berikut beberapa model proses:
- Sequential Process
- Multiprogramming
- CPU Switching

Proses memiliki operasi-operasi seperti:
- Penciptaan proses
- Penghancuran / terminasi proses
- Penundaan proses
- Perlanjutan kembali proses
- Mengeblok proses
- Membangunkan proses (wake)
- Menjadwalkan proses
- Komunikasi antar proses

Perintah – perintah proses di Linux:

  • $ ps
intruksi untuk meilhat proses yang ada
  • $ps u
intruksi untuk meilhat proses yang ada
  • $ ps -u
instruksi untuk melihat proses yang spesifik yang ada di user
  • $ ps -a
instruksi untuk melihat proses tetapi tidak dengan induknya
  • $ ps -au
intruksi untuk melihat proses dengan kombinasi $ ps -a dan $ ps -u
  • $ ps -aux
intruksi untuk melihat keseluruhan proses dari awal hingga saat ini
  • $ top
intruksi untuk menampilkan proses yang sedang berjalan
  • $ ps -eF
intruksi untuk menampilkan hubungan proses antara parent dan child diikuti lokasi prosesnya
  • $ pstree
instruksi untuk menampilkan seluruh proses dalam bentuk pohon
  • kill
menghentikan proses
- kill %
- kill  : menghentikan proses sesuai PID
  • pkill
- pkill : menghentikan parent proses
- pkillall : menghentikan keseluruhan proses yang bersangkutan
  • renice
menambahkan prioritas dari suatu proses

referensi :
Modul 3 Praktikum Sistem Operasi 

0
Senin, 29 Februari 2016

Kali ini saya akan menjelaskan sedikit mengenai Struktur Sistem Operasi dan Basic Command (Perintah Dasar) Linux. Sebelumnya mari kita jelaskan Linux itu 

Linux (diucapkan ˈlɪnəks atau /ˈlɪnʊks/)[1] adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.[2]
Nama "Linux" berasal dari nama pembuatnya, yang diperkenalkan tahun 1991 oleh Linus Torvalds. Sistemnya, peralatan sistem danpustakanya umumnya berasal dari sistem operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU adalah dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.
Struktur Sistem Operasi Linux itu terdiri dari 3 komponen utama.

  1. Kernel : yakni suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Disini kernel menyediakan semua fungsi untuk menjalankan proses, juga menyediakan layanan sistem untuk memberikan pengaturan dan proteksi akses ke sumber daya perangkat keras termasuk memori virtual.
  2. System Library : yakni kumpulan fungsi standar dimana aplikasi dapat berinteraksi dengan inti dari sebuah sistem operasi yaitu kernel.
  3. System Utilities : yakni program yang bertugas mengatur dan memanage secara individual, termasuk semua program yang di perlukan untuk menginisialisasi sistem



Dan untuk struktur sistem file nya, di Linux di kenal dengan nama Directory. Berikut beberapa penjelasan dan kegunaan dari masing-masing file-file di Linux:
      
      1. / (Root)
  • Merupakan directory yang dapat di akses oleh super administrator atau user root.
  • Perhatikan saat penulisannya / tidak sama dengan /root. 
      2. /bin (User Binaries)
  • Berisi file-file ekseskusi. Direcktori ini juga menyimpan perintah yang di gunakan oleh sistem.
  • Contoh : ps, ls, ping, grep, cp

      3. /sbin (System Binaries)
  •  Fungsinya masih sama dengan /bin, perbedaannya ini untuk perintah-perintah yang di lakukan oleh administrator sistem untuk memelihara sistem.
      4. /etc (Configuration Files)
  • Berisi file yang di jalankan ketika startup, serta file-file konfigurasi semua program. 
  • Contoh: /etc/resolv.conf , /etc/logrotate.conf

      5. /dev (Device Files)
  • Berisi file device komputer. Termasuk perangkat terminal, USB atau perangkat lainnya. 
  • Contoh: /dev/tty1 ,  /dev/usbmon0 

      6. /proc (Process Information)
  • Berisi informasi tentang proses sistem, baik itu file System virtual dengan teks yang menginformasikan tentang sumber daya sistem maupun informasi tentang menjalankan proses.
  • Contoh: /proc/uptime ,  /proc/{pid}

      7. /var (Variable Files) beberapa contoh nya sebagai berikut:
  • /var/log  = berisi file-file log sistem 
  • /var/lib  = berisi paket dan file database
  • /var/mail = email
  • /var/spool = antrian print
  • /var/lock = kunci file
  • /var/tmp = temporary file yang di butuhkan saat reboot.

      8. /tmp (Temporary Files)

  • Berisi file-file sementara yang di buat oleh sistem dan user, dan akan di hapus saat sistem reboot. 

      9.  /usr (User Program)
  • Berisi file-file binari, libraries, dokumentasi dan source code dari sistem.
  • Terbagi menjadi beberapa:
  • Yang berisi file binari untuk program (/usr/bin). Contoh : at, awk, cc
  • Yang berisi file binari untuk sistem administrator (/usr/sbin). Contoh : atd, cron, sshd
  • Yang berisi file libraries (/usr/lib)

      10. /home (Home Directories)
  • Direktori ini digunakan untuk menyimpan semua file pribadi pengguna.  
  • Contoh: /home/nurul

      11. /boot (Boot Loader Files)
  • Berisi file-file yang berhubungan dengan boot loader, seperti initrd.img-5.2.20-12-generic

      12. /lib (System Libraries)
      13. /opt (Optional add-on Applications)
  • Menyimpan file-file tambahan dari vendor tertentu yang bersifat sementara.

      14. /mnt (Mount Directory)

  • Direktori sementara tempat sysadmin men mount filesystem. 

      15. /media (Removable Media Device)

  • Direktori sementara untuk removable device. 

      16. /srv (Service Data)

  • Berisi file-file yang di perlukan oleh server


BASIC COMMAND LINUX
Secara garis besar, antarmuka pengguna (user interface) yang berbasis grafis dengan jendela (window), ikon, dan menu pada Linux dibangun berdasar pada command line. Tidak semua pengguna Linux diwajibkan untuk memahami perintah dasar Linux, namun sebagai pembelajaran mengenai proses di dalamnya, perintah dasar Linux menjadi sesuatu yang perlu untuk dipelajari. Perintah – perintah tersebut dieksekusi menggunakan Terminal/Console. Jendela
Terminal dapat diakses dengan beberapa cara, seperti: 
  • Dash Menu (“start menu” pada Ubuntu) → Terminal
  • Menggunakan kombinasi tombol keyboard Ctrl + Alt + T 

Sebelum mencoba, ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam menggunakan Terminal /
Shell:
  • Kita dapat melakukan hampir banyak hal pada Terminal, sama seperti yang biasa kita lakukan pada tampilan biasa / Graphical User Interface (GUI).
  • Banyak perintah yang dibuat lebih awal untuk bekerja di Terminal, hingga kemudian dibuatlah bentuk GUI-nya.
  • Lokasi awal pada saat kita membuka Terminal adalah Home folder yang diberi simbol “~” (tilde)
  • Direktori yang sedang diakses ditandai dengan tanda titik (.).
  • Setiap perintah (command), lokasi, dan file bersifat case sensitive.
  • Untuk menyelesaikan penulisan nama file, gunakan tombol Tab.
  • Gunakan perintah man untuk melihat cara deskripsi dari pemakaian sebuah command (hanya command tertentu saja).
  • Gunakan perintah info untuk mengetahui lebih lengkap tentang sebuah command.
  • Kita juga dapat menambahkan command flag pada suatu command yang akan menjadi parameter command tersebut guna mendapatkan lebih banyak informasi dari output command tersebut.

Berikut beberapa perintah / command dasar yang digunakan pada Linux:
  • cd, pindah folder/direktori
  • cd direktori/ → pindah direktori ke direktori yang berada di dalam direktori sekarang
  • cd → pindah ke direktori home
  • cd ~ → pindah ke direktori home
  • cd .. → pindah satu direktori ke direktori teratas atau kembali ke direktori sebelumnya
  • cd ../../n → pindah n direktori sebelumnya
  • cd /direktori/sesuatu → pindah ke direktori tanpa harus mundur ke direktori sebelumnya. Akan pindah jika direktori tersebut ada dan penulisan nama direktorinya benar
  • ls, melihat daftar file
  • ls → memperlihatkan daftar file di dalam direktori sekarang tanpa atribut apapun
  • ls -l → memperlihatkan daftar file disertai dengan atribut seperti pemilik, permission, ukuran dan tanggal modifikasi
  • ls -a → memperlihatkan daftar file dan file tersembunyi di dalam direktori sekarang tanpa atribut apapun
  • ls -al → menggabungkan opsi perintah -l dan -a untuk ls
  • ls /direktori/sesuatu → memperlihatkan daftar file dari /direktori/sesuatu ketika kita sedang berada di direktori sekarang.
  • cp, mengkopi file atau folder dan folder tersebut harus sudah terbuat.Jika belum terbuat maka file tersebut akan dikopi dengan nama baru.
  • cp file /path/ke/direktori/sesuatu → mengkopi file tertentu ke direktori tertentu
  • cp -r folder /path/ke/direktori/sesuatu → mengkopi folder tertentu secara rekursif ke direktori tertentu
  • cp *.extension /path/ke/direktori/sesuatu → mengkopi file – file yang berekstensi tertentu ke direktori tertentu
  • cp nama* /path/ke/direktori/sesuatu → mengopi file – file yang namanya diawali dengan ‘nama’ ke direktori tertentu
  • mv, memindahkan file atau folder dan mengganti nama file
  • mv mempunyai cara kerja yang hampir sama dengancp
  • mv memindahkan file atau folder, sedangkan cp mengkopi file atau folder
  • rm, menghapus file atau folder
  • rm file → menghapus file dari file system
  • rm -r folder → menghapus folder dari file system
  • rm -rf folder → menghapus folder secara paksa dari file system
  • mkdir, membuat folder
  • mkdir direktori → membuat sebuah direktori di file system
  • ps, melihat daftar proses yang sedang berjalan
  • ps aux → melihat daftar proses yang berjalan dengan lebih detail
  • kill, membunuh salah satu proses yang sedang berjalan di sistem operasi
  • kill PID → membunuh sebuah proses yang memiliki PID tertentu
  • kill program → membunuh sebuah proses yang memiliki nama tertentu
  • killall program → membunuh semua proses yang memiliki nama tertentu
  • cat, melihat isi file
  • man, melihat manual dari sebuah perintah shell
  • man command → melihat detail manual dari penggunaan sebuah command
  • pwd, mencetak direktori yang sedang sekarang
  • whoami, melihat siapa yang sedang login
  • reboot, restarting sistem operasi Anda
  • halt, menghentikan semua proses sistem operasi dan mematikan fungsional dari komputer yang sedang dipakai
  • exit, logout dari akun yang sedang dipakai
Itulah sedikit penjelasan mengenai Struktur Sistem Operasi dan Basic Command Linux, untuk lebih jelasnya bisa searching kembali di google :)

Referensi :

0
Senin, 15 Februari 2016

Kali Ini Saya akan menjelaskan langkah-langkah menginstal Linux Mint di virtual box, Perbedaan instalasi Linux Mint pada komputer "nyata" dengan virtual hanya terletak pada proses awalnya, dimana untuk instalasi Linux Mint pada VirtualBox, kita harus membuatkan terlebih dahulu sebuah mesin virtualnya, baru melakukan proses instalasi. Sebelumnya saya akan membuatkan langkah-langkah nya untuk menginstal Linux Mint pada Virtual Box. Langkah-langah tersebut sudah saya bagi menjadi beberapa point, yaitu :
  1. Persiapan Instalasi
  2. Instal Virtual Box
  3. Setting Virtual Box
  4. Memulai Instalasi Linux

Oke kita mulai aja yaa :D
1. Langkah Pertama Persiapan Instalasi
                Pastikan Virtual Box nya udah keinstal ya, kalo masih bingung darimana dapet virtual box nya, kita bias mencarinya di google dengan kata kunci “download virtual box”. Selanjutnya pastikan kita memiliki file iso untuk Linux Mint, jika masih belum punya, kita bias mendownloadnya di website linuxnya sendiri secara GRATIS!!!. Ok, jika bahan-bahannya sudah siap, maka kita bias mulai membuat mesin virtualnya terlebih dahulu sebelum menginstal Linux Mint nya
    2. Langkah Kedua Membuat Mesin Virtual
                Setelah semua persiapan selesai, selanjutnya kita akan membuat mesin virtual untuk menginstal Linux Mint. Langkah – langkah nya sebagai berikut :
    ·         Buka Virtual Box yang sudah kita install sebelumnya, sampai bertemu tampilan seperti ini
    ·         Selanjtunya, klik menu new dan masukan nama yang akan di install yaitu Linux Mint
    ·         Selanjutnya, atur memory virtual yang kita inginkan, disini saya mengatur 1gb agar tidak terlalu berat
    ·         Lalu buat virtual harddisknya, pilih “create virtual hard disk now”, untuk Hard disk type pilih VDI

    ·         Langkah selanjutnya, memilih antara menggunakan dynamically allocated (ukuran hardisk biasa diatur sendiri) atau Fixed Size (ditentukan oleh system) pilih saja Dynamically allocated.


    ·         Selanjutnya, atur kapasitas harddisk yang kita inginkan, disini saya akan mengatur 10gb saja
    ·         Setelah selesai, masuk ke menu setting, masuk ke storage, lalu atur IDE primary master dengan memasukan file iso kita kedalamnya. jika sudah selesai klik Start.
    Langkah Selanjutnya adalah waktunya menginstal Linux Mint yang sudah kita buat irtualnya tadi.
          3. Langkah Ketiga Menginstal Linux Mint
                 Setelah kita klik start tadi, maka Linux Mint yang kita buat virtualnya telah berjalan, 
            selanjutnya yaitu menginstall Linux Mint nya, langkah - langkah nya sebagai berikut :
        ·         Jika sudah masuk ke tampilan seperti ini, klik install Linux Mint

        ·         Selanjutnya pilih Bahasa yang anda inginkan saat proses instalasi, agar memudahkan, kita pakai English saja

        ·         Selanjutnya disini kita diberi tahu untuk install linux mint membutuhkan kapasitas minimal 9.8gb kosong, karena itu diawal saya menyetingnya 10gb, jika laptop maka keadaan harus sedang di charge, juga konek ke internet, maksudnya agar hasil akhir install nya akan sangat bagus, kita klik continue saja


        ·         Selanjutnya, karena ini virtual bukan dual boot maka pilih “Erase disk and Install Linux Mint” lalu klik install now


       ·         Selanjutnya pilih negara yang kita tinggali, yaitu Indonesia, pilih Jakarta aja ya :D


       ·         Langkah selanjutnya memilih keyboard layout yang akan kita gunakan, untuk kita pilih defaultnya saja English (US)


       ·         Setelah itu, masukan Nama Jelas, dan nama Komputer Virtual yang kita install serta user name dan password yang akan digunakan ketika login nanti.


       ·         Selanjutnya tinggal tunggu sampai proses instalilsasi selesai


                  Tampilan Linux Mint setelah selesai di install




                 Daaaann, akhirnya selesai juga tutorial instalisasi Linux Mint di Virtual Box, gimana gampang kaan?? Selamat Mencoba :D

2

Reinaldy's Blog

this blog useful to add insight and information, and can entertain the reader.

Translate Languange

Coldplay - In My Place

Barcelona FC

Barcelona FC

Followers