- Tabel page diimplementasikan sebagai kumpulan dari “dedicated” register. Register berupa rangkaian logika berkecepatan sangat tinggi untuk efisiensi translasi alamat paging. Contoh : DEC PDP-11. Alamat terdiri dari 16 bit dan ukuran page 8K. Sehingga tabel page berisi 8 entri yang disimpan pada register. Penggunaan register memenuhi jika tabel page kecil (tidak lebih dari 256 entry).
- Tabel page disimpan pada main memori dan menggunakan page table base registe” (PTBR) untuk menunjuk ke tabel page yang disimpan di main memori. Penggunakan memori untuk mengimplementasikan tabel page akan memungkinkan tabel page sangat besar (sekitar 1 juta entry). Perubahan tabel page hanya mengubah PTBR dan menurunkan waktu context-switch. Akan tetapi penggunaan metode ini memperlambat akses memori dengan faktor 2. Hal ini dikarenakan untuk mengakses memori perlu dua langkah : pertama untuk lokasi tabel page dan kedua untuk lokasi alamat fisik yang diperlukan.
- Menggunakan perangkat keras cache yang khusus, kecil dan cepat yang disebut associative register atau translation look-aside buffers (TLBs). Merupakan solusi standar untuk permasalahan penggunaan memori untuk implementasi tabel page. Sekumpulan associative register berupa memori kecepatan tinggi. Setiap register terdiri dari 2 bagian yaitu key dan value. Jika associative register memberikan item, akan dibandingkan dengan semua key secara simultan. Jika item ditemukan nilai yang berhubungan diberikan. Model ini menawarkan pencarian cepat tetapi perangkat keras masih mahal. Jumlah entry pada TLB bervariasi antara 8 s/d 2048.
Pada review kali ini, saya akan menjelaskan tentang Manajemen File dan Direktori
Manajemen File adalah metode dan struktur data yang digunakan Sistem Operasi untuk mengatur dan mengorganisir file pada disk atau partisi. File system juga dapat diartikan sebagai partisi atau disk yang digunakan untuk menyimpan file-file dalam cara tertentu. Cara memberi suatu file sisitem ke dalam suatu disk atau partisi dengan cara melakukan format.
Fungsi manajemen file :
- Penciptaan,modifikasi,dan penghapusan file
- Mekanisme pemakaian file secara bersama
- Kemampuan backup dan recovery untuk mencegah kehilangan karena kecelakaan atau dari upaya penghancuran informasi
- Pemakai dapat mengacu file dengan nama simbolik bukan menggunkan penamaan yang mengacu perangkat fisik
- Pada lingkungan sensitive dikehendaki informasi tersimpan aman dan rahasia
- file harus menyediakan interface user-friendly
- $ pwd : Berfungsi melihat direktori yang sedang aktif
- $ ls : Berfungsi melihat daftar file atau direktori
- $ ls /alamat_direktori : Berfungsi melihat file atau direktori pada direktori yang ditentukan
- ls -al : Berfungsi menampilkan seluruh daftar file/direktori secara lengkap
- d (directory)
- – (regular file)
- l (symbolic link)
- s (unix domain socket)
- p (named pipe)
- c (character device file)
- b (block device file)
- r (read permission)
- w (write permission)
- x (execute permission)
- - (no permission)
1. cp
Digunakan untuk menyalin satu atau banyak file atau direktori.
2. mv
Digunakan untuk memindahkan atau memberi nama baru pada satu atau banyak file atau direktori.
Digunakan untuk menghapus satu atau banyak file atau direktori.
Ada beberapa pilihan yang berguna untuk perintah cp dan mv:
a. -f atau –force
Memungkinkan cp untuk mencoba menghapus file yang sudah ada walaupun file tidak dapat ditulis.
b. -i atau –interactive
Akan meminta konfirmasi sebelum mencoba untuk mengganti file yang ada.
c. -b atau –backup
Akan membuat cadangan dari file yang akan diganti
Contoh-contoh:
- $ cp text1 text2 tugas/ menyalin file text1 dan text2 ke direktori tugas
- $ mv text1 tugas/ memindahkan file text1 ke direktori tugas
- $ mv tugas/text1 tugas/text1.new memberi nama baru
- $ mkdir fol1 fol2 membuat banyak direktori
- $ mkdir –p f1/f2/f3 membuat direktori bersarang
- $ rmdir –p f1/f2 menghapus direktori kosong
- $ rm –r f1 (atau –R atau –recursive) menghapus file atau direktori beserta isi secara paksa
- $ find . –name “text” mencari file atau direktori berdasarkan nama
- $ find .-type f mencari file berdasarkan tipe, f merupakan kode tipe file biasa *lebih detail
- $ find .-atime 5 mencari file atau direktori berdasarkan waktu akses terakhir
- $ find .-mtime -10 mencari file atau direktori berdasarkan waktu modifikasi terakhir
- $ find .-ctime +5 mencari file atau direktori berdasarkan perubahan terakhir pada status berkas (karena diciptakan atau diubah)
Membuat dan menghapus direktori
Membuat banyak direktori
$ mkdir dir1 dir2
Jika ingin membuat subdirektori bersarang, maka tinggal tambahkan-p setelah perintah mkdir
$ mkdir -p d1/d2/d3
Jika pilihan -p tidak ditambahkan, maka akan terjadi error
mkdir: cannot create directory `d1/d2/d3′: No such file or directory
Menghapus direktori
$ cp text1 d1/d2
$ rmdir -p d1/d2/d3 dir1 dir2
-p = parent (sama dengan yang digunakan di mkdir) pasti akan muncul error
rmdir: failed to remove directory `d1/d2′: Directory not empty
karena rmdir hanya akan menghapus direktori yang kosong, jadi hapus dulu file text1 di d1/d2
$ rm d1/d2 text1
$ rmdir -p d1/d2
Menghapus file atau direktori secara rekursif
Jika terdapat banyak file atau direktori yang ingin kita hapus, kita bisa menggunakan perintah rm dengan tambahan -r (atau -R atau –recursive)
$ rm -r d1
Kita dapat membuat file kosong dengan perintah touch, bisa dengan tambahan ekstensi atau tidak
$ touch file1 file2 file3
Menggunakan perintah find
Perintah find digunakan untuk mencari file atau direktori, bisa dicari berdasarkan nama, tipe, atau waktu
$ find . -name “text”
Perintah diatas digunakan untuk mencari file di current directory dengan nama text
Sumber : Praktikum Sistem Operasi Pertemuan 6
Posted in : linux, linux mint, Manajemen Direktori, Manajemen File, Manajemen File dan Direktori, operating system, sistem operasi
Kali ini saya akan mereview tentang Manajemen Memori, Disk, dan Input/Output (I/O)
Manajement Memori
Manajemen memori merupakan mekanisme yang dilakukan oleh sistem operasi guna
mengelola, mengatur (alokasi/dealokasi), memilih, dan menentukan proses yang dijadwalkan
oleh CPU untuk dimasukkan dalam antrian pada memori.
adapun fungsi memori dalam adalah :
• Mengelola informasi – baik yang dipakai maupun yang tidak dipakai
• Mengalokasikan memori ke proses yang memerlukan
• Mendealokasikan memori dari proses yang telah selesai
• Mengelola swapping atau paging antara main memory (RAM) dan disk (Hard Drive)
Berdasarkan keberadaannya, manajemen memori dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Dengan swapping / paging
Manajemen memori dengan pemindahan proses antara main memory dan disk selama
eksekusi
2. Tanpa swapping / paging
Manajemen memori tanpa pemindahan proses antara main memory dan disk selama
eksekusi
sekarang kita implementasikan ke linux. Di dalam linux ada beberapa command untuk memanajemen memory yaitu :
1. $ free : untuk melihat memori yang terpakai oleh suatu proses, dan menunjukkan bagaimana swap space dan banyaknya swapping yang terjadi
2. $ cat /proc/meminfo : untuk melihat penggunaan memori dan swap (jika tersedia)
3. $ sudo sysctl vm.swappiness=
Manajemen Disk dan Input/Output (I/O)
sekarang kita masuk ke manajemen Disk dan I/O, sebelumnya harus tau dulu pengertiannya, berikut pengertiannya. Manajemen disk dan I/O ini mencakup pengelolaan di hard drive contohnya membuat partisi, memformat partisi, manajemen media penyimpanan seperti flashdisk, dan mengatur komponen input seperti printer, dan sebagainya.
dalam linux juga ada beberapa command untuk mengatur manajemen disk dan I/O tersebut. diantaranya
1. fdisk -d : untuk menghapus partisi
2. fdisk -l : untuk melihat daftar partisi yang ada di komputer
3. fdisk -n : untuk membuat partisi baru
4. fdisk -v : untuk melakukan verifikasi pada partisi (versi fdisk)
sekian review materi kali ini, Terima Kasih :D
Referensi :
Praktikum Sistem Operasi Pertemuan 5
Posted in : I/O, Input dan Output, Manajemen Disk, Manajemen Memori, operating system, sistem operasi
this blog useful to add insight and information, and can entertain the reader.




