PERTEMUAN PERTAMA Pada pertemuan pertama, kita membahas tentang Rangkaian Elektronika Dasar. Komponen Elektronika dikategorikan menjadi dua , yakni komponen aktif dan komponen pasif. Komponen aktif terdiri dari Transistor, Dioda, dan Integrated Circuit (IC). Sedangkan komponen pasif terdiri dari Resistor, Kapasitor, Induktor, dan Transformator. Masing – masing dua komponen tersebut memiliki beberapa komponen dan fungsinya masing - masing. A. Komponen Aktif 1. Transistor
Transistor adalah komponen elektronika yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya atau tegangan inputnya, memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya. Jenis - Jenis Transistor Keterangan : PNP = Positif, Negatif, Positif NPN = Negatif, Positif, Negatif B = Basis C = Colector E = Emitor 2. Dioda Fungsi paling umum dari dioda adalah untuk memperbolehkan arus listrik mengalir dalam suatu arah (disebut kondisi panjar maju) dan untuk menahan arus dari arah sebaliknya (disebut kondisi panjar mundur). Karenanya biasa juga disebut sebagai penyearah. 3. Integrated Circuit (IC) IC (Integrated Circuit) adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan bahkan jutaan Transistor, Resistor dan komponen lainnya yang diintegrasi menjadi sebuah Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil. Bentuk IC (Integrated Circuit) juga bermacam-macam, mulai dari yang berkaki 3 (tiga) hingga ratusan kaki (terminal). Fungsi IC juga beraneka ragam, mulai dari penguat, Switching, pengontrol hingga media penyimpanan. B. Komponen Pasif 1. Resistor Resistor atau disebut juga dengan Hambatan adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika Satuan gelang warna pada resistor Keterangan : 1st band diatas maksudnya bernilai puluhan, sedangkan 2nd band dan 3rd band nilainya satuan, multipler adalah besarnya suau hambatan, sedangkan yang terakhir adalah toleransi. 2. Kapasitor Kapasitor atau disebut juga dengan Kondensator adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan energi atau muatan listrik dalam sementara waktu. Fungsi-fungsi Kapasitor (Kondensator) diantaranya adalah dapat memilih gelombang radio pada rangkaian Tuner, sebagai perata arus pada rectifier dan juga sebagai Filter di dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya). 3. Induktor Induktor atau disebut juga dengan Coil (Kumparan) adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi sebagai Pengatur Frekuensi, Filter dan juga sebagai alat kopel (Penyambung). PERTEMUAN KEDUA Pada pertemuan kedua, kita belajar mengenai Rangkaian Listrik, sebelum itu kita harus mengetahui dulu apa itu Rangkaian Listrik. Rangkaian listrik adalah susunan komponen-komponen elektronika yang dirangkai dengan sumber tegangan menjadi satu kesatuan yang memiliki fungsi dan kegunaan tertentu. Rangkaian listrik dapat berupa rangkaian Terbuka atau rangkaian Tertutup. Rangkaian Terbuka tidak dapat mengalirkan arus karena jalannya arus diputus (dibuka). Sedangkan rangkaian tertutup dapat mengalir pada beban dan juga pada sumber. Rangkaian listrik terbagi menjadi dua bagian, yaitu Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel. Setiap rangkaian memiliki rumus masing – masing untuk menghitungnya. 1. Rangkaian Seri Rangkaian Seri adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar (seri). Rangkaian seri terdiri dari dua atau lebih beban listrik yang dihubungkan ke satu daya lewat satu rangkaian. Rangkaian listrik seri adalah suatu rangkaian listrik, di mana input suatu komponen berasal dari output komponen lainnya. Hal inilah yang menyebabkan rangkaian listrik seri dapat menghemat biaya (digunakan sedikit kabel penghubung). Contoh Rangkaian Seri adalah senter. Rumus untuk menghitung suatu hambatan dalam Rangkaian Seri : Jumlah hambatan total rangkaian seri sama dengan jumlah hambatan tiap- tiap komponen (resistor). 2. Rangkaian Paralel Rangkaian Paralel merupakan salah satu yang memiliki lebih dari satu bagian garis edar untuk mengalirkan arus. Dalam kendaraan bermotor, sebagian besar beban listrik dihubungkan secara parallel. Masing-masing rangkaian dapat dihubung-putuskan tanpa mempengaruhi rangkaian yang lain. Contoh Rangkaian Paralel adalah distribusi Listrik PLN kerumah-rumah. Jumlah kebalikan hambatan total rangkaian paralel sama dengan jumlah dari kebalikan hambatan tiap- tiap komponen (resistor). SUMBER http://artikel.okeschool.com/artikel/fisika/568/rumus-fisika-rangkaian-listrik-seri-dan-paralel.html https://tianphysics.wordpress.com/2013/11/05/rangkaian-seri-dan-rangkaian-paralel/ http://ridwanmochammad.blogspot.com/2013/10/macam-macam-komponen-elektronika.html http://moeluzie.blogspot.com/2012/06/rangkaian-listrik-terbuka-dan-tertutup.html http://teknikelektronika.com/jenis-jenis-komponen-elektronika-beserta-fungsi-dan-simbolnya/
Selasa, 10 Maret 2015
this blog useful to add insight and information, and can entertain the reader.


















